Jumat, 03 September 2010

Hamburger




Hamburger - My experiment

- Bahan untuk Daging panggang

¼ kg Daging Sapi
1 bh Bawang Bombay
5 Siung bawang putih
Garam secukupnya
Gula pasir secukupnya ( pengganti vetsin )

- Roti bulat
- Mayonaise
- Saos
- Tomat
- Timun
- Selada

Cara membuat daging panggang:

- Daging cincang halus ( Blender ) campur dengan bawang putih
- Beri garam secukupnya dan gula pasir
- Bawang Bombay yang telah diiris halus campurkan
- Bentuk bulat ( bisa menggunakan tatakan gelas )
- Panaskan teflon ( Happy cal ) beri mentega dan panggang sampai matang

Roti :

- Roti bundar di belah dua, oles dengan menterga dan panggang
- Setelah dipanggang ( Hati2 gosong ) oleskan mayonnaise
- Tomat dan timun dipotong tipis dan atur di dalam roti
- Daging panggang di letakkan diatasnya, beri saos ( sesuai selera )
- Tutup dengan selada dan potongan roti yang lainnya

Selamat menikmati - yummy yummy …….

Kamis, 02 September 2010

Chicken Katsu



Satu lagi hasil uji resep yang dipraktekan di rumah



Bermula dari kesukaan anak saya yang kecil, setiap diajak makan diluar ( food corner ) dia selalu memesan Chicken Katsu, akhirnya saya mencoba untuk membuat sendiri, selain lebih hygienes dan bebas rasa penyedap serta hemat biaya tentunya ...



Selamat mencoba



Yummy... yummy




Chicken katsu:


1 potong dada ayam, buang tulangnya, pipihkan
1 sendok makan kecap asin
1/2 sendok teh merica bubuk
1/2 sendok teh garam
1/2 cm jahe, parut ( sesuai kebutuhan )
3 siung bawang putih, cincang halus
1 butir telur, kocok
tepung roti Tempura ( BreadCrumb ) lebih kasar


Salad kol:


150 gram kol, iris halus
2 sendok makan thousand island
Acar lobak:
100 gram wortel, serut kasar
2 sendok makan gula pasir
1 sendok teh garam
1 sendok teh cuka


Cara membuat


Chicken katsu:



lumuri ayam dengan kecap asin, merica bubuk, garam, jahe, dan bawang putih, lalu diamkan dalam kulkas selama 1 jam.
Tiriskan ayam, lumuri dengan tepung maizena, lalu celupkan dalam telur kocok, lumuri dengan tepung parnir hingga rata, ulangi sekali lagi.
Goreng ayam dalam minyak banyak hingga matang dan kecoklatan, angkat, tiriskan.


Salad kol:



taruh irisan kol dalam piring, lalu tuangi atasnya dengan thousand island.
Biasanya chicken katsu disajikan bersama-sama dengan salad kol.

Rabu, 18 Agustus 2010

Pantai Blue Point


Salah satu daya tarik Bali adalah keindahan pantainya. Pantai Kuta, Sanur sudah sangat terkenal sampai seantero dunia, tetapi belum banyak yang mengetahui Pantai Blue Point. Kami sendiri sudah sering mendengar tetapi baru kesampaian mengunjungi pada 17 Agustus 2010, setelah menikmati pemancingan dan ikan goreng hasil pancingan di Desa Wisata Kertalangu, kami melanjutkan ke Pantai Blue Point.


Perjalanan ditempuh sekitar 45 menit dari lokasi pertama di Denpasar Timur, kami melewati lokasi wisata Garuda Wisnu Kencana ( GWK ) yang pernah kami kunjungi di akhir tahun 2009 bersama keluarga besar dari Jakarta, kami lurus terus, dan akhirnya mendapati belukan ke kanan, jalan cukup menurun dan sampailah kami di Resor Blue Point. Kami belum mengetahui seperti perjalanan menuju lokasi, ternyata wuiiih ..... kami harus melewati jalan kecil dengan turunan yang cukup curam, kami membayangkan kalau kembali keatas pasti sangat melelahkan sekali. Tetapi sewaktu sampai di lokasi langsung kelelahan terlupakan melihat pemandangan karang dan batu yang menakjubkan, keindahan alam yang begitu indah. Kami beruntung laut tidak pasang sehingga kami bisa menikmati pantai dimana kami harus melewati celah diantara batu2 karang.


Anak2 begitu ceria menikmati debur ombak dan jernihnya air laut disini.

Desa Wisata Kertalangu - Bali


Pulau Bali sudah sangat indentik dengan tujuan wisata, kami beruntung karena kami tinggal di Pulau ini, sehingga tidak perlu harus mencari tiket murah untuk sampai di Bali. Pada liburan 17 Agustus 2010 , bersama saudara/I seiman kami menikmati wisata ., oh ya ada tamu kami dari Australia yang bergabung Brother Rod Peterson dan istrinya Sister Vicky.

Pada pagi hari kami mengunjungi Desa Wisata Kertalangu, yang di design menjadi desa budaya, para pengunjung dapat menikmati kolam pancing dan tidak perlu membawa alat pancing dan umpan, karena sudah tersedia disana tinggal kita sewa saja, ikan yang didapat dapat langsung di timbang dan dimasak di sana. Tetapi sayangnya mereka hanya menyediakan ikan untuk digoreng, sebenarnya kami lebih menikmati ikan bakar.

Sementara yang lain sedang menikmati dan melatih kesabaran untuk bisa mendapatkan ikan di kolam pemancingan, beberapa dari kami berkeliling di sekitar area. Tersedia kolam lumpur untuk permainan sepakbola lumpur, gebuk bantal, seru sekali melihat mereka yang sedang bermain, kebetulan sedang ada acara di area itu. Kami berjalan lebih jauh lagi, kami mendapati ada perkebunan melon, jagung, dan sawah terhampar.

Bisa dibayangkan dan dimengerti , apa yang akan dilakukan oleh sdr/i muda ? Seperti biasa, mereka langsung menggunakan ponsel mereka untuk berfoto ria, ya kerinduan akan keindahan alam, membuktikan bahwa kita sangat merindukan Firdaus dimasa depan.

Minggu, 08 Agustus 2010

Segernya Sup Ikan ...


Berawal dari beberapa kali mengunjungi Rumah Makan Kampoeng Sangkuriang di Jl. Cempaka Putih Tengah Jakarta Pusat yang menjadi salah satu tempat favorite anak2, saya terinspirasi untuk mencari dan mencoba membuat sendiri dirumah makanan favorite mereka yaitu Sup Ikan.

Dengan mencoba mencari di internet akhirnya saya dapatkan resep itu dan dicoba hasilnya …. Wah seger dan nikmat sekali , sangat mirip dengan apa yang kami makan di Rumah makan Kampoeng Sangkuriang.

Inilah resep yang saya coba :

Bahan :

1 ekor ikan kakap
4 batang sereh ( Memarkan )
2 jari jahe ( memarkan )
3 siung bawang putih ( potong halus )
Daun Kemangi
Daun seledri
Merica secukupnya
Garam secukupnya
1 sdm gula pasir ( sesuai selera untuk pengganti vetsin )
1 buah Lemon ( diperas )
2 buah tomat

Cara memasak :

Bersihkan ikan , potong sesuai selera

Rebus air, masukkan sereh, jahe dan bawang putih, setelah mendidih masukkan ikan, garam, merica dan gula pasir

Setelah ikan matang, masukan air jeruk lemon, tomat, daun seledri dan daun kemangi, matikan api selagi daun seledri dan kemangi masih hijau .

Selamat menikmati

Selasa, 03 Agustus 2010

Kebaktian Distrik 2010


Sungguh suatu bukti dari Kebaikan dan Pengasih Yehuwa yang tunjukkan kepada semua orang. Yehuwa ingin Harapan Hidup Kekal di masa depan dimiliki oleh segala macam orang , dari suku, bangsa, bahasa dan tidak terkecuali bagi mereka yang memiliki keterbatasan. ( 1 Timotius 2 : 3, 4 )

Melalui Kelompok Bahasa Isyarat , hamba2 Yehuwa membantu mereka yang memiliki keterbatasan pendengaran ( Tuna Rungu ), begitu terharu sewaktu menyaksikan bagaimana mereka meluapkan rasa sukacita mereka sewaktu melantunkan Lagu Kerajaan dalm Kebaktian Distrik 2010 “ Tetaplah Dekat Dengan Yehuwa “ di Jakarta, mereka berkumpul dari seluruh Indonesia.

Diantara mereka terdapat anak2 muda yang mau merelakan diri digunakan dalam hak istimewa membantu kaum tuna rungu. Mereka mewakili delegasi dari Bali, yang tergabung di Sidang Denpasar Timur Sdr. Gabriel, Sdri Isabella, Sdri. Zalsabella, dari Sidang Denpasar Barat Sdri Mega dan Sidang Nusa Dua Sdri. Maria. ( Pengkhotbah 12 : 1 )

Mereka telah melakukan perjalanan cukup panjang untuk menghadiri Kebaktian tersebut, dengan menggunakan Bus dari Denpasar ke Malang, disana mereka bergabung dengan saudara/I yang juga akan menghadiri Kebaktian yang sama. Dari Malang menggunakan Kereta Api ekonomi, bisa dibayangkan betapa berat perjuangan mereka sepanjang perjalanan tanpa AC, dan bau asap rokok dari banyak penumpang yang tidak peduli dengan sekitarnya.

Akhirnya mereka sampai di Jakarta di Stasiun Senen dijemput oleh saudara/I yang telah membuat janji sebelumnya. Selama di Jakarta beberapa mengunjungi Pekan Raya Jakarta yang kebetulan sedang digelar pada bulan itu, tapi sayang Sdri. Isabella harus rela tetap dirumah karena terserang gangguan kesehatan. Mereka sempat mengunjungi Dunia Fantasi di Ancol.
Hari terakhir mereka masih menyempatkan diri untuk berkunjung ke pusat perbelanjaan Tanah Abang, tetapi karena waktu yang sempit tidak banyak waktu untuk melihat serta memilih apa yang akan mereka beli. Namun sempat terekam kamera bingung mana yang akan mereka pilih dan beli .

Ya, kenangan dan pengalaman yang mungkin tak akan pernah terlupakan bagi mereka semua, mereka dapat menikmati jamuan makanan rohani dan pergaulan, serta dapat menikmati juga wisata.

Pizza ....






Dari hasil pencarian di internet didapatlah resep ini, dan saya coba, hasilnya …. Mmmmmm makk nyusss….

Bahan untuk adonan pizza:



250 gram terigu segitiga/cakra ( di-ayak).

Ragi instan 1 sdm (setengah bungkus).

2 butir kuning telur (di-kocok).

100 ml air.

1/2 sdt garam.

2 sdm gula pasir.

Minyak sayur/salada.

Cara membuat roti pizza:

Campur terigu yg sudah di-ayak dengan ragi instan,garam dan gula pasir.Aduk rata.Tuang kuning telur kedalam tepung trigu,aduk (uleni) tambahkan air sedikt demi sedikit sampai habis,uleni terus, tambahkan minyak sayur, uleni terus sampai kalis atau tidak lengket ditangan.Setelah adonan kalis,bulatkan adonan lalu banting-banting 2 - 3 kali (diatas meja dapur) uleni sekali lagi.


Diamkan sebentar.Ambil gilingan dari kayu,bila tidak punya bisa memakai botol bekas sirup. Giling adonan hingga tipis melebar,bentuk lingkaran (bundar).


Letakan di atas loyang bulat (bila tidak ada loyang pizza bisa gunakan loyang kue).Olesi loyang dengan minyak sayur sebelum adonan pizza diletakkan.



Isi Pizza (topping):

Untuk topping bahan-bahannya sebagai berikut:


Keju Cheedar quick melted ,iris tipis.jumlah irisan secukupnya untuk menutupi permukaan isi pizza.


2 butir Tomat merah, potong-potong dadu,buang bijinya.
1 buah paprika hijau di potong dadu buang biji

Ikan kakap dihaluskan

1/2 sdt garam.

1/2 sdm gula pasir.

1/2 sdt lada halus.

bawang bombay, iris cincang kasar.

bawang putih, memarkan, cincang kasar.

1/4 gelas air putihsayuran kering (wortel,jagung,kacang polong),jangan ditumis, rendam dengan air panas,tiriskan.

1 sdm terigu (untuk mengentalkan).

Lada hitam 1/2 sdm (di tumbuk kasar).



Cara membuat isi:


tumis daging dengan mentega/minyak sayur,masukan bawang bombay,jamur dan bawang putih hingga harum angkat,sisihkan.



Masak/tumis tomat cincang tambahkan air,masukkan saus tomat aduk,tambahkan garam,lada,gula pasir,kaldu, aduk-aduk hingga mengental,angkat.

Tuang saus pizza yang sudah jadi ke-atas adonan pizza lalu,setelah itu taburkan sayuran instan dan campuran daging,bawang bombay,bawang putih dan jamur yg sudah ditumis, lalu letakkan keju yang sudah di iris tipis diatas isi-an pizza hingga tertutup toping pizza dengan keju.Taburkan lada hitam diatas keju.


Panggang dalam oven suhu 200c selama 30 menit,(sebelumnya panaskan dulu oven selama 5 menit sebelum pizza dipanggang).
Berhubung belum ada oven saya gunakan panci Happy Cal dengan api kecil


Siap dihidangkan. Yummy ... yummy

Minggu, 25 Juli 2010

Bersama Saudara/i Seiman - Bag 2



Nostalgia adalah kenangan yang pernah terukir dalam hidup kita. Kadang kala kita tidak pernah menduga kenangan lama bisa tiba-tiba muncul kembali.
Kadang kenangan bisa membuat kita mengingat peristiwa sedih dimasa lalu, kadang peristiwa lucu atau menggugah kembali semangat kita, bisa juga membuat hati kita bersuka cita.
Ya, kenangan atau nostalgia tidak akan dapat dipisahkan dari kehidupan kita. Pada Kebaktian Distrik Saksi-Saksi Yehuwa yang berlangsung di Denpasar Bali di Hotel Nirmala Jln Mahendradata yang berlangsung dari tgl 16 Juli s/d 18 Juli 2010, kami tidak menyangka akan bertemu dengan rekan2 lama kami pada waktu kami masih belum berkeluarga.
Seusai Kebaktian pada hari Minggu, kami mengatur untuk berjalan bersama dengan mereka, tempat yang kami pilih adalah salah satu objek Wisata Kuliner Malam di Jimbaran yang terkenal dengan makanan Restaurant Sea Food di pinggir pantai. Disinilah kami bebas melepas tawa, menceritakan masa lalu. Banyak yang kami dapatkan dari pergaulan ini, kami bisa melihat ketekunan sdr/i kami untuk tetap dalam Dinas Sepenuh waktu dan tetap didapati dalam kesetiaan. Kami banyak mendapati teladan kerelaan untuk digunakan dalam Ibadat Yehuwa, ya semua itu menambah sukacita kami dan keluarga untuk tetap berada dalam komunitas saudara/i seiman kami.

Bersama Saudara/i Seiman


Kebersamaan adalah saat-saat yang banyak ditunggu oleh banyak keluarga. Namun ditengah kesibukan yang melanda dunia ini, kebersamaan menjadi barang yang mulai langka.
Banyak kini orang tua dan anak-anak melakukan kegiatan mereka sendiri– sendiri, bila ditanya… jawaban yang terlontar adalah : “ habisnya sulit mencari waktu yang cocok bagi kami untuk bisa berkumpul bersama” . Sangat menyedihkan memang.
Bersyukur kita masih bisa menikmati kebersamaan bersama keluarga dan saudara– saudari seiman kita.
Inilah yang kami alami ketika kami baru menginjakkan kaki kami + 2 bulan di Pulau Bali ini. Kami memiliki kesempatan untuk bisa menikmati begitu indahnya kebersamaan.

Bersama keluarga Robby Setiadji dan anak2 dari sdr Alfonsius Bala, kami mengadakan rekreasi ke salah satu object wisata di Bedugul—Bali yaitu Kebun Raya dan Danau Bratan.
Kami terpesona menyaksikan pemandangan yang begitu indah. Kami membayangkan bila suatu saat nanti seluruh Bumi seperti ini, begitu menyenangkan sekali. Ini membuat kami semakin menantikan harapan Firdaus Bumi di masa depan ( Yesaya 65 : 21—25 )
Betapa menyenangkan bisa melihat anak anak tertawa dan bermain serta bercanda dengan ceria, terbayang bila akhirnya Harapan Hidup Kekal terwujud, kita bisa menyaksikan mereka sedang bercanda dan bermain dengan binatang kesayangan mereka yang mungkin saat ini mereka tidak bisa lakukan karena masih membahayakan.

Semoga kebersamaan seperti ini dapat dimiliki oleh semua keluarga dari hamba-hamba Yehuwa.

“ Kemesraan ini ….. Janganlah cepat berlalu ….. , ini adalah cuplikan sebagian dari lagu popular yang banyak di nyanyikan. Namun kita sadari memang betapa indahnya kata-kata itu, yang sebenarnya telah diungkapkan berabad-abad lalu dalam Mazmur 133 : 1 “betapa indahnya bila kita dapat duduk bersama dalam damai”. Perhatikan dalam gambar yang terekam kamera , hanya ada senyum dan keceriaan terpancar. Terima kasih Yehuwa , telah memberi kami saudara/I yang pengasih.

Minggu, 13 Juni 2010

Pornografi Meresahkan Anak-anak


Anak2 pada umur yang semakin muda sudah dapat menonton video porno dan kekerasan yang berbahaya melalui Internet. Menurut ketua Asosiasi Filolog Jerman, anak laki2 berusia 12 tahun dan yang lebih tua sudah tahu caranya mengakses situs Web yang menonjolkan aksi kekerasan yang ekstrem atau pornografi yang bejat. Meskipun dari luar anak2 tampaknya diam saja dan tidak perduli, dalam batin banyak yang tersentak dan resah karena menontonnya. Maka orang tua didesak agar mencari tahu apa yang ada dalam benak anak kita dan apa yang mereka lihat di computer. Terlebih dengan hebohnya video porno mirip artis yang menjadi konsumsi public, apakah kita yakin anak2 kita tidak mencari tahu seperti kebanyakan remaja lain ?
Apakah kita pernah mencari tahu dan mengamati situs apa yang sering diakses oleh anak2 kita ?
Apakah kita sering membiarkan mereka menggunakan komputer tanpa pengawasan kita sebagai orang tua?
Dimanakan kita meletakkan perangkat komputer, di ruang terbuka yang selalu ada anggota keluarga lalu lalang atau di dalam kamar sehingga lepas dari pantauan ?
Apakah kita mau menyediakan waktu untuk memeriksa Handphone anak2 kita yang memiliki fitur Browsing Internet untuk mengetahui apa yang telah mereka unduh dan buka ?
Anak2 adalah mutiara yang sangat berharga yang kita miliki yang telah dipercayakan oleh Sang Pencipta kepada kita untuk memdidik dan membesarkan sesuai dengan kehendak Nya. Sediakanlah waktu dengan anak2 kita untuk berbincang bersama dalam waktu luang mereka sehingga mereka tidak berupaya melewatkan waktu dengan berselancar di Internet.
Jagalah mutiara kita yang berharga untuk semakin bersinar seraya ia bertumbuh dewasa, jangan biarkan hiburan yang merusak meredupkan sinarnya yang cemerlang.

Jumat, 04 Juni 2010

Masak Yuuuk .....


Mungkin karena saya sejak kecil sudah terlibat dalam dunia masak memasak, maka sayapun senang melibatkan anak-anak sewaktu liburan untuk berexperiment membuat makanan kesukaan mereka.
Awalnya ketika liburan tiba, seperti biasa anak2 menuntut kekreatifan saya untuk mengisi liburan mereka, mau jalan2 keluar membosankan kalau hanya dari mall ke mall saja, akhirnya mereka memiliki ide untuk membuat martabak telur . Mulailah di pagi hari saya pergi kepasar membeli kebutuhan atau bahan-bahan yang akan digunakan untuk masak nanti, dari tahu, daging cincang, telur dan kulit lumpia. Akhrnya semua terkumpul, mulailah kegiatan dimulai, karena semangatnya anak2 hanya sikat gigi dan langsung berebut membuat martabak dengan cara mereka sendiri, dengan mengenakan pakaian tidur dengan ceria mereka meletakkan lembar kulit lumpia di piring dan menaruh tahu putih yang telah dimasak sebelumnya dicampur dengan telur, daging cincang, bawang putih, daun bawang, merica dan garam.
Betapa bahagianya mereka ketika mereka berhasil membuat martabak telur karya mereka sendiri dan meminta mamanya untuk menggoreng. Dengan bangga mereka memamerkan martabak telur yang telah siap disantap.
Ini menjadi rutinitas dalam keluarga kami, kadang kami memasak kwetiau bersama, mie atau bihun goreng, dan selalu kami melibatkan anak-anak. Dengan selalu melibatkan mereka ini akan menambah kedekatan kami dengan anak2, dan mereka pun diajar untuk bisa mandiri bila kelak dewasa, ini juga mengajarkan kepada mereka bahwa dunia masak memasak dan dapur bukan melulu tugas seorang ibu atau wanita.

Senin, 31 Mei 2010

Our First Sweet Home

Pada awal pernikahan kami, ada target yang kami buat , di tahun ke 2 pernikahan, kami harus sudah memiliki rumah tinggal sendiri. Dengan tekad yang kuat kami menyisihkan setiap bulan cadangan dana dari penghasilan kami berdua. Setelah melakukan pencarian yang cukup lama, akhirnya kami memilih untuk mengambil rumah di Perumahan Prima Harapan Regency di Jalan Perjuangan Bekasi Utara, dengan luas tanah 90m2 dan LB 36m2. Setelah memiliki dana cukup kami merenovasi rumah menjadi 2 lantai dengan rincian :

LANTAI 1 :
· Ruang Tamu 3 x 3
· Kamar Tidur Utama 4,5 x 3 + Kamar mandi didalam
· Ruang Keluarga + Ruang Makan 6,5 x 3
· Dapur
· Kamar Mandi
· Teras depan
· Carport

LANTAI 2 :
Ruang Keluarga 7,5 x 3
2 Kamar Tidur 3 x 3
Gudang 1,5 x 3
Tempat Jemuran

Pada Maret 1999, ketika usia anak kami yang pertama Terrence Giovanni 8 bulan kami mulai menempati rumah kami, walaupun lewat dari target awal yaitu pada usia 2 tahun pernikahan kami tetapi kami sangat bersyukur, di usia 3 tahun kami sudah mendapatkan apa yang kami impikan. Pada tahun 2001 lahirlah anak kami yang ke dua Audie Leonard. Namun karena kami berdua bekerja di Jakarta, akhirnya kami merasa lelah karena lalulintas Jakarta Bekasi semakin ramai dan padat sehingga kami selalu harus berangkat pagi hari dan kembali setelah matahari terbenam.
Setelah berembuk dengan keluarga, diputuskan kami untuk kembali ke Jakarta, dan pada tahun 2004 kami kembali pindah ke Jakarta meninggalkan rumah kenangan yang menjadi saksi perjuangan awal kami dalam membangun rumah tangga.
Pada tahun 2010 bulan Mei , terpaksa kami harus mengucapkan selamat tinggal untuk rumah perjuangan kami, dengan pertimbangan yang masuk akal kami merelakan untuk menjualnya. Selamat tinggal “ Our Sweet Home “ , kenangan yang telah terukir tak akan pernah kami lupakan.

Jumat, 21 Mei 2010

Wisata Keluarga " Tour to Jogja ", Bag 6 ( Penutup )


12 Juli 2008 Tanpa terasa karena jadwal yang padat, akhirnya kami harus mengakhiri kegiatan kami di kota ini, namun tetap masih ada yang kurang yaitu oleh-oleh. Setelah kami mengurus administrasi hotel kami semua siap-siap untuk berangkat meninggalkan kota Yogyakarta. Namun tetap kaum wanita meminta kami mampir ke Malioboro karena masih ada yang harus mereka beli. Akhirnya kami semua berjalan beriringan meninggalkan banyak kenangan di kota ini. Sepanjang perjalanan kami masih mendengar anak-anak dengan bersemangat menceritakan apa yang telah mereka dapatkan selama liburan ini. Jalur pulang kami mengambil jalur lain yaitu Jalur Selatan , inipun jalur yang belum pernah kami lewati, tetapi kami tetap menikmati walaupun tenaga kami sudah hampir mencapai titik kelelahan. Didaerah Majenang kami beristirahat di Restoran Pringsewu, disini ada yang unik karena anak-anak dapat berfoto di box yang didesign sedemikian rupa seolah-olah mereka difoto tanpa badan. Akhirnya jam 00.10 kami tiba di pintu Tol Cileunyi, kami semua berhenti sebentar untuk menyegarkan badan kami dan sebagian meminta untuk mampir sebentar di Bandung untuk beristirahat. Setelah melewati tol kami keluar di pintu Pasteur dan menuju Dago untuk beristirahat dan mengisi perut kami. Jam 02.00 kami melanjutkan ke Jakarta tetapi karena kelelahan yang sangat semua driver tidak dapat melanjutkan, diputuskan untuk beristirahat di Rest area pertama yang ada sewaktu memasuki tol Cikampek. Kami beristirahat dari jam 03.00 sampai jam 06.10. Setelah cukup segar kami semua melanjutkan perjalanan , kami semua tiba di Jakarta pada jam 07.30 pagi. Semua rasa lelah kami tidak percuma karena melihat kebahagiaan anak-anak kami.Liburan ini adalah kali pertama kami sebagai keluarga besar melakukan bersama-sama, selanjutnya telah direncanakan untuk melakukan Tour to Sumatra ...... Sampai Jumpa

Wisata Keluarga " Tour to Jogja " Bag 5


11 Juli 2008 Kali ini kita akan mengunjungi situs sejarah, berupa peninggalan sejarah masa lalu yang pernah menjadi bagian dari & keajaiban dunia yaitu Candi Borobudur. Sebenarnya kami ingin mengunjungi candi yang lain yaitu Prambanan tetapi akibat Gempa yang terjadi tahun lalu sehingga pemerintah memugar kembali dan belum selesai pada waktu itu. Di Borobudur anak-anak bisa melihat wujud asli dari bangunan ini yang mungkin selama ini mereka hanya mengetahui dari buku sekolah atau hanya melihat gambar-gambar yang ada. Dari sini kami kembali ke Malioboro untuk membeli beberapa pesanan dan oleh-oleh.
Pada malam hari kami menyempatkan untuk duduk lesehan di alun-alun keraton Yogya, anak-anak dapat menikmati kebebasan mereka untuk berlari dan bermain mainan ketepel panah dengan lampu yang ada diujungnya sehingga sewaktu turun seperti baling-baling terlihat indah karena lampu yang menyala. Orang tua sambil lesehan menikmati jagung bakar dan wedang ronde.

Kamis, 20 Mei 2010

Wisata Keluarga " Tour To Jogja " Bag 4




10 Juli 2008 Setelah obyek wisata anak-anak di hari pertama dan wisata pantai di hari kedua, maka hari ini kami akan wisata ke pegunungan yaitu Gunung yang fenomenal Gunung Merapi yang dapat kami lihat dari daerah Wisata Kali Urang. Karena kami semua buta dengan jalan-jalan di kota ini, kami sempat kesasar beberapa kali sampai akhirnya kami menemui jalan menuju Kaliurang. Sampai disana kami dapat menikmati udara yang segar dan sejuk. Kami menikmati sate kelinci sambil duduk-duduk di taman dan menikmati wedang ronde yang hangat karena air jahenya. Anak-anak semua menyewa teropong dengan harapan dapat meneropong Gunung Merapi, tetapi sayang hari itu kabut mnyelimuti kawasan ini sehingga Merapi tertutup. Dari sini kami melanjutkan ke desa Kali Adem, disinilah mbah Marijan berdiam, kami mengunjungi satu desa yang tertimbun material gunung berapi sewaktu letusan yang dahsyat terjadi. Hanya atap-atap yang tersisa sedangkan lantai sampai badan rumah semua tertimbun. Kami begitu tertegun dengan kekuatan alam yang sangat luarbiasa ini, kami bisa membayangkan bagaimana kekuatan Sang Pencipta.

Wisata Keluarga " Tour To Jogja " Bag 3


9 Juli 2008 Rombongan sudah bersiap-siap untuk memulai perjalanan yang agak jauh ke daerah Gunung Kidul , kali ini kami akan mengunjungi beberapa pantai yang terkenal dengan keindahannya, yaitu Pantai Baron dan Kukup. Setelah melewati jalan yang berliku dan naik turun kami tiba di pantai Baron. Kami semua terkesima dengan ombak yang besar yang menerpa dinding batu yang terjal, memang kawasan ini merupakan bagian dari Samudra Hindia yang terkenal dengan ombak yang besar. Para orang tua mereka tidak bisa menahan selera melihat ikan-ikan segar, cumi dan udang yang dijajakan di pasar pelelangan. Sambil menunggu pesanan ikar bakar, cumi bakar dan udang bakar kami membiarkan anak-anak bermain disekitar pantai. Sewaktu makan tiba kami melihat anak-anak langsung menyerbu hidangan begitu juga dengan orang tua, maklum kami tidak pernak mendapatkan ikan yang segar dan murah seperti ini. Selesai makan anak-anak langsung meminta untuk berenang di teluk yang airnya tidak terlalu asin karena pertemuan antara air laut dan air sungai, dan ombakpun tidak terlalu besar karena cukup jauh dari bibir pantai. Satu saat ombak yang besar datang menerpa mengakibatkan hempasan gelombang masih terasa sampai ke teluk tempat anak-anak bermain dan Daffa sempat terhanyut sehingga kami semua yang menjaga sedikit panik, untung Farrel dan Inang Uda segera mengejar. Setelah puas bermain di Pantai Baron kami melanjutkan ke pantai yang ada disebelah pantai Baron yaitu Pantai Kukup. Pantai ini memiliki khas tersendiri berbeda dengan Baron, namun kami tidak bisa bermain air laut disini karena pantainya penuh karang.

Wisata Keluarga " Tour to Jogja " Bag 2




Selasa 8 Juli 2008 Pagi hari rombongan terakhir sudah tiba, dan kami semua sudah menyiapkan diri setelah sarapan untuk memulai aktifitas pertama kami, yaitu menuju permainan anak-anak yang lokasinya tidak jauh dari penginapan kami + 30 menit kami mencapainya yaitu Kids Fun Park yang terdapat di Jl. Wonosari Km 10, Sitimulyo, Piyungan, Bantul, Yogyakarta. Ketika memasuki area parkir anak-anak agak ragu dengan permainan yang ada, akhirnya kami orang tua memutuskan siapa saja yang akan main dan masuk untuk menemani kegiatan anak-anak. Sewaktu mereka memasuki kawasan permainan mereka baru terlihat ceria melupakan semua kelelahan yang ada, berebut berlari untuk mencoba semua permainan yang ada. Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 14.00 dan kami baru sadar bahwa kami semua belum makan siang, tetapi sulit sekali untuk menarik anak-anak meninggalkan permainan mereka. Dengan berat hati anak-anak akhirnya mengikuti kami untuk mengakhiri kunjungan di Kids Fun Park, kami semua menuju rumah makan Suharti untuk mengisi perut kami yang sudah mulai lapar.

Setelah makan siang atau sore entah mana yang benar karena sudah sangat terlambat, rombongan melanjutkan ke Malioboro untuk melihat-lihat beberapa souvenir yang mungkin bisa kami beli lebih dulu. Sore hari kami semua kembali ke Hotel, dan anak-anak ada yang langsung berenang di kolam Hotel.
Malam hari jam 20.30 kami memulai untuk wisata kuliner, kali ini kami akan mencari Bakmi yang cukup terkenal dan sering dibicarakan oleh teman-teman yang berkunjung ke kota ini, Bakmi Kadin, rupanya tidak terlalu jauh letaknya, tetapi sangat ramai sekali sehingga kami harus menunggu cukup lama, sambil menunggu hidangan yang kami pesan ( hanya ada 2 masakan Bakmi kuah dan goreng ) yang dimasak dengan menggunakan anglo, yang menghasilkan rasa dan wangi masakan yang alami, sambil menanti hidangan kami mendengarkan musik yang dilantunkan oleh sekelompok pemusik , uniknya penyanyi dan pemainnya sudah tua-tua tetapi mereka semangat menghibur semua pengunjung.

Wisata Keluarga " Tour To Jogja " Bag 1



Memenuhi permintaan anak-anak untuk mengisi liburan panjang pada kenaikan kelas, maka disepakati kami akan mengadakan Tour To Yogyakarta. Seperti biasa saya harus menyiapkan segala sesuatu terutama jadwal keberangkatan dan kegiatan selama di kota Yogya. Maka mulailah pencarian dimulai melalui internet obyek wisata yang layak kami kunjungi nanti serta semua informasi yang ada termasuk tiket masuk. Maka setelah semua disiapkan dan jadwal tersusun, termasuk hotel yang akan tempati, kamipun siap untuk memulai perjalanan pertama kami. Ada 4 kendaraan yang akan bergabung, Toyota Kijang Kapsul LGX, Toyota Rush, Grand Livina dan Daihatsu Xenia, total peserta 21 orang termasuk anak-anak.

Senin, 7 Juli 2008 Anak anak sudah masuk pada masa libur kenaikan sekolah, semua anak-anak ceria karena mereka naik ketingkat yang lebih tinggi serta sudah siap mewujudkan Tour bersama keluarga besar untuk mengunjungi Kota Yogyakarta. Pada jam 12.30 kami mulai meninggalkan rumah Setelah berjalan cukup jauh, kami memutuskan untuk beristirahat makan siang di jalan Indramayu tepatnya di daerah Eretan dimana ada sebuah gubuk yang kelihatannya sudah tidak digunakan dan dapat digunakan oleh pengguna jalan untuk beristirahat. Kami menikmati makan siang disini dan tidak lama kendaraan keluarga yang lain sampai sehingga lengkap sudah rombongan kami.
Setelah menikmati makan siang kami semua tidak ingin membuang waktu segera bersiap-siap melanjutkan perjalanan. Ini adalah perjalanan pertama kami sehingga tidak ada yang tahu jalan menuju ke Yogyakarta. Saya berada didepan sebagai pembuka jalan, sepanjang jalan ada perbaikan jalan dan jembatan sehingga kami harus berhati-hati. Sore hari kami melewati kota Brebes yang terkenal dengan produksi telur asinnya, maka rombongan memutuskan untuk berhenti dan membeli teluar asin sebagai bekal dalam perjalanan, namun sayang sewaktu melewati kota Pekalongan kami sudah cukup sore sehingga memutuskan untuk melewatinya, padahal kota ini terkenal dengan Batik yang bagus dan murah. Karena tidak satupun dari kami mengenal jalur Pantai Utara, beberapa kali kami salah memilih jalan sehingga harus beramai-rami kami putar arah atau mendadak membelokan kendaraan mengambil arah yang tepat. Akhirnya jam 00.15 kami semua tiba di Yogyakarta dan langsung menuju Hotel Harmony Inn di Jl. Parangtritis Gg Sartono, kami memesan 5 kamar. Mengingat perjalanan panjang dan melelahkan kami semua langsung beristirahat karena kegiatan esok sudah menanti. Sementara kami menerima telpon bahwa Xenia sudah berjalan setengah perjalanan dan dipastikan akan tiba dini hari bila mereka tidak bermalam dikota yang dilewati.

Selasa, 11 Mei 2010

Belajar Kerendahan Hati



Pada saat kita masih kanak-kanak dulu, mungkin kita masih ingat bahwa anak-anak wajib tunduk kepada orang tua, orangtua tidak pernah salah, bahkan menatap mata orangtua kita saja kita tidak berani. Semua aturan orang tua seperti hukum yang wajib kita patuhi. Mungkin kita merasa kesal pada waktu itu, kita bisa juga berkata dalam hati : “ Lihat kalau saya sudah besar …. Kalian tidak akan bisa atur saya lagi “. Bisa jadi kita tertekan pada waktu itu, mau protes kita takut, tetapi terus menerima kita merasa tertekan.

Tetapi setelah dewasa dan keluar meninggalkan rumah kita, kita baru merasakan betapa pendidikan seperti itu mengajarkan kita untuk bisa menghormati orang yang lebih tua, sehingga kita menjadi orang yang ber etika dan disukai dalam pergaulan.

Kini sewaktu kita memiliki anak, mungkin kita merasa ingin menerapkan disiplin yang sama seperti yang kita terima di masa kecil kita, namun betapa terkejutnya kita sewaktu anak kita berani menatap wajah kita dengan mata yang menyiratkan ketidak senangan, akankah kita menerapkan cara yang kita terima seperti pada waktu kecil kita ? Dan mengatakan kepadanya : Jangan menatap seperti itu !” Dengan suara yang keras ? Bisa jadi emosi kita meluap pada saat itu, kita terpancing untuk menggunakan kekuasaan kita sebagai orang tua untuk menekan anak kita.

Sadarlah bahwa zaman telah berubah, apa yang dulu dianggap tabu kini menjadi hal yang wajar, globalisasi telah mengikis nilai-nilai moral, bahkan anak-anak kita menjadi korban dan tidak kebal dengan pengaruh semacam itu. Pada saat seperti itu, baik bagi kita untuk menghirup udara panjang dan menenangkan emosi kita. Tataplah anak kita dengan tatapan mata yang lembut, cobalah kita untuk memposisikan mata kita sejajar dengan matanya, ini berarti kita sebagai orang tua perlu merendahkan tubuh kita. Bicaralah dengan lembut bahwa kita menyayanginya dan tidak ingin menyakitinya. Pada saat anak melihat mata yang lembut yang ada tepat dihadapannya, ia akan segera menyadari bahwa orangtuanya bukanlah orang yang harus dia musuhi. Bahkan tidak jarang kami harus meminta maaf kepada mereka atas sikap keras kita sehingga membuat dia tidak nyaman. Hal inilah yang saya dan istri terapkan, dalam banyak kejadian mereka akhirnya memeluk kami dan menangis di pelukan. Apa yang dia pelajari ? Anak akan belajar bahwa kekerasan bukanlah cara menyelesaikan masalah, dan dia dapat mengerti bahwa kata MAAF bukanlah kelemahan tetapi bukti kerendahan hati, Ini akan membantu dia kelak sewaktu berurusan dengan orang lain untuk menerapkan cara yang sama dengan damai dan jika perlu meminta MAAF.

Tetapi apa jadinya bila seandainya kita memperlakukan anak kita dengan cara emosi ? Yang pasti adalah dia akan terluka secara emosi, dan dia akan belajar bahwa emosi adalah cara untuk menyelesaikan persoalan, ini akan terpatri dalam ingatannya dan sampai besar dia akan mengingat terus hal itu sewaktu berurusan dengan orang lain.

Anak adalah harta yang paling berharga .

Senin, 10 Mei 2010

Indahnya sebuah Kebersamaan


Kebersamaan adalah sesuatu yang sangat didambakan setiap insan, terlebih bagi kita yang telah berkeluarga dan memiliki anak-anak. Saat-saat setelah jam kerja adalah saat yang dinantikan untuk dapat berkumpul dengan keluarga, istri/suami dan anak-anak kita. Khususnya bila hari libur tiba, inilah saatnya kita bisa meluangkan waktu kita untuk orang-orang yang kita kasihi.

Dalam keluarga kami ada suatu kebiasaan yang telah kami lakukan bersama, bila anak-anak telah melihat ada tanggal merah di calendar, mereka mulai memikirkan kemana mereka akan menghabiskan hari libur itu. Tetapi tidak hanya anak-anak kami, ini melibatkan semua keponakan kami, maklum keluarga istri adalah keluarga besar dan kami tinggal berdekatan, akhirnya sayalah yang jadi korban harus berperan sebagai event organizer dalam keluarga besar saya.

Tetapi ini semua merupakan kepuasan yang tidak dapat kita lukiskan dengan kata-kata ketika kita melihat mereka semua dapat menikmati liburan mereka yang penuh canda tawa, dan mereka begitu menikmati pergaulan dengan saudara sepupunya. Bahkan saat-saat itu tidak mudah terlupakan bagi mereka, ketika mereka sedang berkumpul semua, dengan seru mereka bercerita kembali pengalaman-pengalaman yang telah mereka lalui sepanjang liburan mereka, gaya bercerita seorang anak menjadi begitu unik sewaktu menyampaikan kembali semua memori yang telah mereka rekam dalam ingatan mereka.

Ya, inilah Indahnya sebuah Kebersamaan …. Yang akan menjadi memori sepanjang hidup dari kita dan anak-anak kita, dan merekapun dapat belajar untuk bisa membagi sukacita kebersamaan dengan orang lain.

Dalam tulisan selanjutnya , saya akan berbagi pengalaman kami dalam mengisi hari libur bersama keluarga tercinta, diantaranya :

- Wisata Kawah Putih , Petik Strawberry di Ciwidey
- Wisata ke Bandung dan Ciater
- Wisata ke Yogyakarta
- Wisata Keliling Sumatra
- Wisata ke Bali

Kamis, 06 Mei 2010

Kata-kata Bijak

Life is best for those who wants to live it, Life is difficult for those who want to analyze it, Life is worst for those who want to criticize it, Our attitude defines Life Enjoy your life, Laugh so hard that even sorrow smiles at you, Live life so well that even death loves to see you alive, Fight so hard that even fate accepts its defeat.

Orang Tua atau Bos ?

Apa bedanya Bos Anak & Orang Tua ?

Bos Anak, membuat takut dalam diri anak-anaknya Orangtua membangun kepercayaan anak-anak nya

Bos Anak sering mengatakan “Pokoknya Mama Papa Tidak Mau....”
Orangtua sering mengatakan “Mama Papa Sangat Senang Jika Kamu....”

Bos Anak sangat tahu bagaimana mengatur anak Orangtua sangat tahu bagaimana membina anak

Bos Anak selalu mengendalikan anak
Orangtua membantu anak mengendalikan dirinya sendiri

Bos Anak berfokus pada keburukan anak
Orangtua berfokus pada kebaikan anak

Bos Anak bicara pada saat anak berantem Orangtua bicara pada saat anak rukun

Bos Anak menguasai anak
Orangtua bekerjasama dengan anak

Bos Anak menyelesaikan hampir semua masalah anak Orangtua melatih anak menyelesaikan masalahnya sendiri

Bos Anak sangat lihai menyalahkan saat anak bermasalah, mundur ke belakang Orangtua rendah hati menemukan solusi bersama saat anak bermasalah, maju ke depan

Bos Anak mengatakan “lain kali jangan kayak gitu!” saat anak minta maaf Orangtua mengatakan “Subhanallah, alhamdulillah, anak Mama Papa berlapang dada meminta maaf”

Bos Anak nonton tv pada saat anak belajar Orangtua mematikan tv pada saat anak belajar

Bos Anak selalu menanyakan ‘bagaimana pelajaran kamu hari ini? Bagaimana nilaimu?’
Orangtua menanyakan ‘apa yang membuatmu tertawa hari ini di sekolah nak?’

Bos anak menceramahi anak ‘mama papa bilang apa, kamu sih banyak main, nilaimu jadi jelek begini, prestasimu turun!’
Orangtua bicara dengan anak ‘mama papa yakin kamu kecewa dan sedih dengan nilai belajarmu. Adakah yang bisa mama papa bantu agar nilaimu jadi lebih baik?’

Bos anak mengusir anak saat pulang kerja ‘sana jangan dekat-dekat, kamu tau mama papa kan cape!’Orangtua merengkuh anak saat pulang kerja ‘sini anak-anakku. Siapa dulu yang mau bercerita?’