
Pulau Bali sudah sangat indentik dengan tujuan wisata, kami beruntung karena kami tinggal di Pulau ini, sehingga tidak perlu harus mencari tiket murah untuk sampai di Bali. Pada liburan 17 Agustus 2010 , bersama saudara/I seiman kami menikmati wisata ., oh ya ada tamu kami dari Australia yang bergabung Brother Rod Peterson dan istrinya Sister Vicky.
Pada pagi hari kami mengunjungi Desa Wisata Kertalangu, yang di design menjadi desa budaya, para pengunjung dapat menikmati kolam pancing dan tidak perlu membawa alat pancing dan umpan, karena sudah tersedia disana tinggal kita sewa saja, ikan yang didapat dapat langsung di timbang dan dimasak di sana. Tetapi sayangnya mereka hanya menyediakan ikan untuk digoreng, sebenarnya kami lebih menikmati ikan bakar.
Sementara yang lain sedang menikmati dan melatih kesabaran untuk bisa mendapatkan ikan di kolam pemancingan, beberapa dari kami berkeliling di sekitar area. Tersedia kolam lumpur untuk permainan sepakbola lumpur, gebuk bantal, seru sekali melihat mereka yang sedang bermain, kebetulan sedang ada acara di area itu. Kami berjalan lebih jauh lagi, kami mendapati ada perkebunan melon, jagung, dan sawah terhampar.
Bisa dibayangkan dan dimengerti , apa yang akan dilakukan oleh sdr/i muda ? Seperti biasa, mereka langsung menggunakan ponsel mereka untuk berfoto ria, ya kerinduan akan keindahan alam, membuktikan bahwa kita sangat merindukan Firdaus dimasa depan.
Pada pagi hari kami mengunjungi Desa Wisata Kertalangu, yang di design menjadi desa budaya, para pengunjung dapat menikmati kolam pancing dan tidak perlu membawa alat pancing dan umpan, karena sudah tersedia disana tinggal kita sewa saja, ikan yang didapat dapat langsung di timbang dan dimasak di sana. Tetapi sayangnya mereka hanya menyediakan ikan untuk digoreng, sebenarnya kami lebih menikmati ikan bakar.
Sementara yang lain sedang menikmati dan melatih kesabaran untuk bisa mendapatkan ikan di kolam pemancingan, beberapa dari kami berkeliling di sekitar area. Tersedia kolam lumpur untuk permainan sepakbola lumpur, gebuk bantal, seru sekali melihat mereka yang sedang bermain, kebetulan sedang ada acara di area itu. Kami berjalan lebih jauh lagi, kami mendapati ada perkebunan melon, jagung, dan sawah terhampar.
Bisa dibayangkan dan dimengerti , apa yang akan dilakukan oleh sdr/i muda ? Seperti biasa, mereka langsung menggunakan ponsel mereka untuk berfoto ria, ya kerinduan akan keindahan alam, membuktikan bahwa kita sangat merindukan Firdaus dimasa depan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar