
Mungkin karena saya sejak kecil sudah terlibat dalam dunia masak memasak, maka sayapun senang melibatkan anak-anak sewaktu liburan untuk berexperiment membuat makanan kesukaan mereka.
Awalnya ketika liburan tiba, seperti biasa anak2 menuntut kekreatifan saya untuk mengisi liburan mereka, mau jalan2 keluar membosankan kalau hanya dari mall ke mall saja, akhirnya mereka memiliki ide untuk membuat martabak telur . Mulailah di pagi hari saya pergi kepasar membeli kebutuhan atau bahan-bahan yang akan digunakan untuk masak nanti, dari tahu, daging cincang, telur dan kulit lumpia. Akhrnya semua terkumpul, mulailah kegiatan dimulai, karena semangatnya anak2 hanya sikat gigi dan langsung berebut membuat martabak dengan cara mereka sendiri, dengan mengenakan pakaian tidur dengan ceria mereka meletakkan lembar kulit lumpia di piring dan menaruh tahu putih yang telah dimasak sebelumnya dicampur dengan telur, daging cincang, bawang putih, daun bawang, merica dan garam.
Betapa bahagianya mereka ketika mereka berhasil membuat martabak telur karya mereka sendiri dan meminta mamanya untuk menggoreng. Dengan bangga mereka memamerkan martabak telur yang telah siap disantap.
Ini menjadi rutinitas dalam keluarga kami, kadang kami memasak kwetiau bersama, mie atau bihun goreng, dan selalu kami melibatkan anak-anak. Dengan selalu melibatkan mereka ini akan menambah kedekatan kami dengan anak2, dan mereka pun diajar untuk bisa mandiri bila kelak dewasa, ini juga mengajarkan kepada mereka bahwa dunia masak memasak dan dapur bukan melulu tugas seorang ibu atau wanita.
Awalnya ketika liburan tiba, seperti biasa anak2 menuntut kekreatifan saya untuk mengisi liburan mereka, mau jalan2 keluar membosankan kalau hanya dari mall ke mall saja, akhirnya mereka memiliki ide untuk membuat martabak telur . Mulailah di pagi hari saya pergi kepasar membeli kebutuhan atau bahan-bahan yang akan digunakan untuk masak nanti, dari tahu, daging cincang, telur dan kulit lumpia. Akhrnya semua terkumpul, mulailah kegiatan dimulai, karena semangatnya anak2 hanya sikat gigi dan langsung berebut membuat martabak dengan cara mereka sendiri, dengan mengenakan pakaian tidur dengan ceria mereka meletakkan lembar kulit lumpia di piring dan menaruh tahu putih yang telah dimasak sebelumnya dicampur dengan telur, daging cincang, bawang putih, daun bawang, merica dan garam.
Betapa bahagianya mereka ketika mereka berhasil membuat martabak telur karya mereka sendiri dan meminta mamanya untuk menggoreng. Dengan bangga mereka memamerkan martabak telur yang telah siap disantap.
Ini menjadi rutinitas dalam keluarga kami, kadang kami memasak kwetiau bersama, mie atau bihun goreng, dan selalu kami melibatkan anak-anak. Dengan selalu melibatkan mereka ini akan menambah kedekatan kami dengan anak2, dan mereka pun diajar untuk bisa mandiri bila kelak dewasa, ini juga mengajarkan kepada mereka bahwa dunia masak memasak dan dapur bukan melulu tugas seorang ibu atau wanita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar