Minggu, 13 Juni 2010

Pornografi Meresahkan Anak-anak


Anak2 pada umur yang semakin muda sudah dapat menonton video porno dan kekerasan yang berbahaya melalui Internet. Menurut ketua Asosiasi Filolog Jerman, anak laki2 berusia 12 tahun dan yang lebih tua sudah tahu caranya mengakses situs Web yang menonjolkan aksi kekerasan yang ekstrem atau pornografi yang bejat. Meskipun dari luar anak2 tampaknya diam saja dan tidak perduli, dalam batin banyak yang tersentak dan resah karena menontonnya. Maka orang tua didesak agar mencari tahu apa yang ada dalam benak anak kita dan apa yang mereka lihat di computer. Terlebih dengan hebohnya video porno mirip artis yang menjadi konsumsi public, apakah kita yakin anak2 kita tidak mencari tahu seperti kebanyakan remaja lain ?
Apakah kita pernah mencari tahu dan mengamati situs apa yang sering diakses oleh anak2 kita ?
Apakah kita sering membiarkan mereka menggunakan komputer tanpa pengawasan kita sebagai orang tua?
Dimanakan kita meletakkan perangkat komputer, di ruang terbuka yang selalu ada anggota keluarga lalu lalang atau di dalam kamar sehingga lepas dari pantauan ?
Apakah kita mau menyediakan waktu untuk memeriksa Handphone anak2 kita yang memiliki fitur Browsing Internet untuk mengetahui apa yang telah mereka unduh dan buka ?
Anak2 adalah mutiara yang sangat berharga yang kita miliki yang telah dipercayakan oleh Sang Pencipta kepada kita untuk memdidik dan membesarkan sesuai dengan kehendak Nya. Sediakanlah waktu dengan anak2 kita untuk berbincang bersama dalam waktu luang mereka sehingga mereka tidak berupaya melewatkan waktu dengan berselancar di Internet.
Jagalah mutiara kita yang berharga untuk semakin bersinar seraya ia bertumbuh dewasa, jangan biarkan hiburan yang merusak meredupkan sinarnya yang cemerlang.

Jumat, 04 Juni 2010

Masak Yuuuk .....


Mungkin karena saya sejak kecil sudah terlibat dalam dunia masak memasak, maka sayapun senang melibatkan anak-anak sewaktu liburan untuk berexperiment membuat makanan kesukaan mereka.
Awalnya ketika liburan tiba, seperti biasa anak2 menuntut kekreatifan saya untuk mengisi liburan mereka, mau jalan2 keluar membosankan kalau hanya dari mall ke mall saja, akhirnya mereka memiliki ide untuk membuat martabak telur . Mulailah di pagi hari saya pergi kepasar membeli kebutuhan atau bahan-bahan yang akan digunakan untuk masak nanti, dari tahu, daging cincang, telur dan kulit lumpia. Akhrnya semua terkumpul, mulailah kegiatan dimulai, karena semangatnya anak2 hanya sikat gigi dan langsung berebut membuat martabak dengan cara mereka sendiri, dengan mengenakan pakaian tidur dengan ceria mereka meletakkan lembar kulit lumpia di piring dan menaruh tahu putih yang telah dimasak sebelumnya dicampur dengan telur, daging cincang, bawang putih, daun bawang, merica dan garam.
Betapa bahagianya mereka ketika mereka berhasil membuat martabak telur karya mereka sendiri dan meminta mamanya untuk menggoreng. Dengan bangga mereka memamerkan martabak telur yang telah siap disantap.
Ini menjadi rutinitas dalam keluarga kami, kadang kami memasak kwetiau bersama, mie atau bihun goreng, dan selalu kami melibatkan anak-anak. Dengan selalu melibatkan mereka ini akan menambah kedekatan kami dengan anak2, dan mereka pun diajar untuk bisa mandiri bila kelak dewasa, ini juga mengajarkan kepada mereka bahwa dunia masak memasak dan dapur bukan melulu tugas seorang ibu atau wanita.