Rabu, 18 Agustus 2010

Pantai Blue Point


Salah satu daya tarik Bali adalah keindahan pantainya. Pantai Kuta, Sanur sudah sangat terkenal sampai seantero dunia, tetapi belum banyak yang mengetahui Pantai Blue Point. Kami sendiri sudah sering mendengar tetapi baru kesampaian mengunjungi pada 17 Agustus 2010, setelah menikmati pemancingan dan ikan goreng hasil pancingan di Desa Wisata Kertalangu, kami melanjutkan ke Pantai Blue Point.


Perjalanan ditempuh sekitar 45 menit dari lokasi pertama di Denpasar Timur, kami melewati lokasi wisata Garuda Wisnu Kencana ( GWK ) yang pernah kami kunjungi di akhir tahun 2009 bersama keluarga besar dari Jakarta, kami lurus terus, dan akhirnya mendapati belukan ke kanan, jalan cukup menurun dan sampailah kami di Resor Blue Point. Kami belum mengetahui seperti perjalanan menuju lokasi, ternyata wuiiih ..... kami harus melewati jalan kecil dengan turunan yang cukup curam, kami membayangkan kalau kembali keatas pasti sangat melelahkan sekali. Tetapi sewaktu sampai di lokasi langsung kelelahan terlupakan melihat pemandangan karang dan batu yang menakjubkan, keindahan alam yang begitu indah. Kami beruntung laut tidak pasang sehingga kami bisa menikmati pantai dimana kami harus melewati celah diantara batu2 karang.


Anak2 begitu ceria menikmati debur ombak dan jernihnya air laut disini.

Desa Wisata Kertalangu - Bali


Pulau Bali sudah sangat indentik dengan tujuan wisata, kami beruntung karena kami tinggal di Pulau ini, sehingga tidak perlu harus mencari tiket murah untuk sampai di Bali. Pada liburan 17 Agustus 2010 , bersama saudara/I seiman kami menikmati wisata ., oh ya ada tamu kami dari Australia yang bergabung Brother Rod Peterson dan istrinya Sister Vicky.

Pada pagi hari kami mengunjungi Desa Wisata Kertalangu, yang di design menjadi desa budaya, para pengunjung dapat menikmati kolam pancing dan tidak perlu membawa alat pancing dan umpan, karena sudah tersedia disana tinggal kita sewa saja, ikan yang didapat dapat langsung di timbang dan dimasak di sana. Tetapi sayangnya mereka hanya menyediakan ikan untuk digoreng, sebenarnya kami lebih menikmati ikan bakar.

Sementara yang lain sedang menikmati dan melatih kesabaran untuk bisa mendapatkan ikan di kolam pemancingan, beberapa dari kami berkeliling di sekitar area. Tersedia kolam lumpur untuk permainan sepakbola lumpur, gebuk bantal, seru sekali melihat mereka yang sedang bermain, kebetulan sedang ada acara di area itu. Kami berjalan lebih jauh lagi, kami mendapati ada perkebunan melon, jagung, dan sawah terhampar.

Bisa dibayangkan dan dimengerti , apa yang akan dilakukan oleh sdr/i muda ? Seperti biasa, mereka langsung menggunakan ponsel mereka untuk berfoto ria, ya kerinduan akan keindahan alam, membuktikan bahwa kita sangat merindukan Firdaus dimasa depan.

Minggu, 08 Agustus 2010

Segernya Sup Ikan ...


Berawal dari beberapa kali mengunjungi Rumah Makan Kampoeng Sangkuriang di Jl. Cempaka Putih Tengah Jakarta Pusat yang menjadi salah satu tempat favorite anak2, saya terinspirasi untuk mencari dan mencoba membuat sendiri dirumah makanan favorite mereka yaitu Sup Ikan.

Dengan mencoba mencari di internet akhirnya saya dapatkan resep itu dan dicoba hasilnya …. Wah seger dan nikmat sekali , sangat mirip dengan apa yang kami makan di Rumah makan Kampoeng Sangkuriang.

Inilah resep yang saya coba :

Bahan :

1 ekor ikan kakap
4 batang sereh ( Memarkan )
2 jari jahe ( memarkan )
3 siung bawang putih ( potong halus )
Daun Kemangi
Daun seledri
Merica secukupnya
Garam secukupnya
1 sdm gula pasir ( sesuai selera untuk pengganti vetsin )
1 buah Lemon ( diperas )
2 buah tomat

Cara memasak :

Bersihkan ikan , potong sesuai selera

Rebus air, masukkan sereh, jahe dan bawang putih, setelah mendidih masukkan ikan, garam, merica dan gula pasir

Setelah ikan matang, masukan air jeruk lemon, tomat, daun seledri dan daun kemangi, matikan api selagi daun seledri dan kemangi masih hijau .

Selamat menikmati

Selasa, 03 Agustus 2010

Kebaktian Distrik 2010


Sungguh suatu bukti dari Kebaikan dan Pengasih Yehuwa yang tunjukkan kepada semua orang. Yehuwa ingin Harapan Hidup Kekal di masa depan dimiliki oleh segala macam orang , dari suku, bangsa, bahasa dan tidak terkecuali bagi mereka yang memiliki keterbatasan. ( 1 Timotius 2 : 3, 4 )

Melalui Kelompok Bahasa Isyarat , hamba2 Yehuwa membantu mereka yang memiliki keterbatasan pendengaran ( Tuna Rungu ), begitu terharu sewaktu menyaksikan bagaimana mereka meluapkan rasa sukacita mereka sewaktu melantunkan Lagu Kerajaan dalm Kebaktian Distrik 2010 “ Tetaplah Dekat Dengan Yehuwa “ di Jakarta, mereka berkumpul dari seluruh Indonesia.

Diantara mereka terdapat anak2 muda yang mau merelakan diri digunakan dalam hak istimewa membantu kaum tuna rungu. Mereka mewakili delegasi dari Bali, yang tergabung di Sidang Denpasar Timur Sdr. Gabriel, Sdri Isabella, Sdri. Zalsabella, dari Sidang Denpasar Barat Sdri Mega dan Sidang Nusa Dua Sdri. Maria. ( Pengkhotbah 12 : 1 )

Mereka telah melakukan perjalanan cukup panjang untuk menghadiri Kebaktian tersebut, dengan menggunakan Bus dari Denpasar ke Malang, disana mereka bergabung dengan saudara/I yang juga akan menghadiri Kebaktian yang sama. Dari Malang menggunakan Kereta Api ekonomi, bisa dibayangkan betapa berat perjuangan mereka sepanjang perjalanan tanpa AC, dan bau asap rokok dari banyak penumpang yang tidak peduli dengan sekitarnya.

Akhirnya mereka sampai di Jakarta di Stasiun Senen dijemput oleh saudara/I yang telah membuat janji sebelumnya. Selama di Jakarta beberapa mengunjungi Pekan Raya Jakarta yang kebetulan sedang digelar pada bulan itu, tapi sayang Sdri. Isabella harus rela tetap dirumah karena terserang gangguan kesehatan. Mereka sempat mengunjungi Dunia Fantasi di Ancol.
Hari terakhir mereka masih menyempatkan diri untuk berkunjung ke pusat perbelanjaan Tanah Abang, tetapi karena waktu yang sempit tidak banyak waktu untuk melihat serta memilih apa yang akan mereka beli. Namun sempat terekam kamera bingung mana yang akan mereka pilih dan beli .

Ya, kenangan dan pengalaman yang mungkin tak akan pernah terlupakan bagi mereka semua, mereka dapat menikmati jamuan makanan rohani dan pergaulan, serta dapat menikmati juga wisata.

Pizza ....






Dari hasil pencarian di internet didapatlah resep ini, dan saya coba, hasilnya …. Mmmmmm makk nyusss….

Bahan untuk adonan pizza:



250 gram terigu segitiga/cakra ( di-ayak).

Ragi instan 1 sdm (setengah bungkus).

2 butir kuning telur (di-kocok).

100 ml air.

1/2 sdt garam.

2 sdm gula pasir.

Minyak sayur/salada.

Cara membuat roti pizza:

Campur terigu yg sudah di-ayak dengan ragi instan,garam dan gula pasir.Aduk rata.Tuang kuning telur kedalam tepung trigu,aduk (uleni) tambahkan air sedikt demi sedikit sampai habis,uleni terus, tambahkan minyak sayur, uleni terus sampai kalis atau tidak lengket ditangan.Setelah adonan kalis,bulatkan adonan lalu banting-banting 2 - 3 kali (diatas meja dapur) uleni sekali lagi.


Diamkan sebentar.Ambil gilingan dari kayu,bila tidak punya bisa memakai botol bekas sirup. Giling adonan hingga tipis melebar,bentuk lingkaran (bundar).


Letakan di atas loyang bulat (bila tidak ada loyang pizza bisa gunakan loyang kue).Olesi loyang dengan minyak sayur sebelum adonan pizza diletakkan.



Isi Pizza (topping):

Untuk topping bahan-bahannya sebagai berikut:


Keju Cheedar quick melted ,iris tipis.jumlah irisan secukupnya untuk menutupi permukaan isi pizza.


2 butir Tomat merah, potong-potong dadu,buang bijinya.
1 buah paprika hijau di potong dadu buang biji

Ikan kakap dihaluskan

1/2 sdt garam.

1/2 sdm gula pasir.

1/2 sdt lada halus.

bawang bombay, iris cincang kasar.

bawang putih, memarkan, cincang kasar.

1/4 gelas air putihsayuran kering (wortel,jagung,kacang polong),jangan ditumis, rendam dengan air panas,tiriskan.

1 sdm terigu (untuk mengentalkan).

Lada hitam 1/2 sdm (di tumbuk kasar).



Cara membuat isi:


tumis daging dengan mentega/minyak sayur,masukan bawang bombay,jamur dan bawang putih hingga harum angkat,sisihkan.



Masak/tumis tomat cincang tambahkan air,masukkan saus tomat aduk,tambahkan garam,lada,gula pasir,kaldu, aduk-aduk hingga mengental,angkat.

Tuang saus pizza yang sudah jadi ke-atas adonan pizza lalu,setelah itu taburkan sayuran instan dan campuran daging,bawang bombay,bawang putih dan jamur yg sudah ditumis, lalu letakkan keju yang sudah di iris tipis diatas isi-an pizza hingga tertutup toping pizza dengan keju.Taburkan lada hitam diatas keju.


Panggang dalam oven suhu 200c selama 30 menit,(sebelumnya panaskan dulu oven selama 5 menit sebelum pizza dipanggang).
Berhubung belum ada oven saya gunakan panci Happy Cal dengan api kecil


Siap dihidangkan. Yummy ... yummy

Minggu, 25 Juli 2010

Bersama Saudara/i Seiman - Bag 2



Nostalgia adalah kenangan yang pernah terukir dalam hidup kita. Kadang kala kita tidak pernah menduga kenangan lama bisa tiba-tiba muncul kembali.
Kadang kenangan bisa membuat kita mengingat peristiwa sedih dimasa lalu, kadang peristiwa lucu atau menggugah kembali semangat kita, bisa juga membuat hati kita bersuka cita.
Ya, kenangan atau nostalgia tidak akan dapat dipisahkan dari kehidupan kita. Pada Kebaktian Distrik Saksi-Saksi Yehuwa yang berlangsung di Denpasar Bali di Hotel Nirmala Jln Mahendradata yang berlangsung dari tgl 16 Juli s/d 18 Juli 2010, kami tidak menyangka akan bertemu dengan rekan2 lama kami pada waktu kami masih belum berkeluarga.
Seusai Kebaktian pada hari Minggu, kami mengatur untuk berjalan bersama dengan mereka, tempat yang kami pilih adalah salah satu objek Wisata Kuliner Malam di Jimbaran yang terkenal dengan makanan Restaurant Sea Food di pinggir pantai. Disinilah kami bebas melepas tawa, menceritakan masa lalu. Banyak yang kami dapatkan dari pergaulan ini, kami bisa melihat ketekunan sdr/i kami untuk tetap dalam Dinas Sepenuh waktu dan tetap didapati dalam kesetiaan. Kami banyak mendapati teladan kerelaan untuk digunakan dalam Ibadat Yehuwa, ya semua itu menambah sukacita kami dan keluarga untuk tetap berada dalam komunitas saudara/i seiman kami.

Bersama Saudara/i Seiman


Kebersamaan adalah saat-saat yang banyak ditunggu oleh banyak keluarga. Namun ditengah kesibukan yang melanda dunia ini, kebersamaan menjadi barang yang mulai langka.
Banyak kini orang tua dan anak-anak melakukan kegiatan mereka sendiri– sendiri, bila ditanya… jawaban yang terlontar adalah : “ habisnya sulit mencari waktu yang cocok bagi kami untuk bisa berkumpul bersama” . Sangat menyedihkan memang.
Bersyukur kita masih bisa menikmati kebersamaan bersama keluarga dan saudara– saudari seiman kita.
Inilah yang kami alami ketika kami baru menginjakkan kaki kami + 2 bulan di Pulau Bali ini. Kami memiliki kesempatan untuk bisa menikmati begitu indahnya kebersamaan.

Bersama keluarga Robby Setiadji dan anak2 dari sdr Alfonsius Bala, kami mengadakan rekreasi ke salah satu object wisata di Bedugul—Bali yaitu Kebun Raya dan Danau Bratan.
Kami terpesona menyaksikan pemandangan yang begitu indah. Kami membayangkan bila suatu saat nanti seluruh Bumi seperti ini, begitu menyenangkan sekali. Ini membuat kami semakin menantikan harapan Firdaus Bumi di masa depan ( Yesaya 65 : 21—25 )
Betapa menyenangkan bisa melihat anak anak tertawa dan bermain serta bercanda dengan ceria, terbayang bila akhirnya Harapan Hidup Kekal terwujud, kita bisa menyaksikan mereka sedang bercanda dan bermain dengan binatang kesayangan mereka yang mungkin saat ini mereka tidak bisa lakukan karena masih membahayakan.

Semoga kebersamaan seperti ini dapat dimiliki oleh semua keluarga dari hamba-hamba Yehuwa.

“ Kemesraan ini ….. Janganlah cepat berlalu ….. , ini adalah cuplikan sebagian dari lagu popular yang banyak di nyanyikan. Namun kita sadari memang betapa indahnya kata-kata itu, yang sebenarnya telah diungkapkan berabad-abad lalu dalam Mazmur 133 : 1 “betapa indahnya bila kita dapat duduk bersama dalam damai”. Perhatikan dalam gambar yang terekam kamera , hanya ada senyum dan keceriaan terpancar. Terima kasih Yehuwa , telah memberi kami saudara/I yang pengasih.