Senin, 31 Mei 2010

Our First Sweet Home

Pada awal pernikahan kami, ada target yang kami buat , di tahun ke 2 pernikahan, kami harus sudah memiliki rumah tinggal sendiri. Dengan tekad yang kuat kami menyisihkan setiap bulan cadangan dana dari penghasilan kami berdua. Setelah melakukan pencarian yang cukup lama, akhirnya kami memilih untuk mengambil rumah di Perumahan Prima Harapan Regency di Jalan Perjuangan Bekasi Utara, dengan luas tanah 90m2 dan LB 36m2. Setelah memiliki dana cukup kami merenovasi rumah menjadi 2 lantai dengan rincian :

LANTAI 1 :
· Ruang Tamu 3 x 3
· Kamar Tidur Utama 4,5 x 3 + Kamar mandi didalam
· Ruang Keluarga + Ruang Makan 6,5 x 3
· Dapur
· Kamar Mandi
· Teras depan
· Carport

LANTAI 2 :
Ruang Keluarga 7,5 x 3
2 Kamar Tidur 3 x 3
Gudang 1,5 x 3
Tempat Jemuran

Pada Maret 1999, ketika usia anak kami yang pertama Terrence Giovanni 8 bulan kami mulai menempati rumah kami, walaupun lewat dari target awal yaitu pada usia 2 tahun pernikahan kami tetapi kami sangat bersyukur, di usia 3 tahun kami sudah mendapatkan apa yang kami impikan. Pada tahun 2001 lahirlah anak kami yang ke dua Audie Leonard. Namun karena kami berdua bekerja di Jakarta, akhirnya kami merasa lelah karena lalulintas Jakarta Bekasi semakin ramai dan padat sehingga kami selalu harus berangkat pagi hari dan kembali setelah matahari terbenam.
Setelah berembuk dengan keluarga, diputuskan kami untuk kembali ke Jakarta, dan pada tahun 2004 kami kembali pindah ke Jakarta meninggalkan rumah kenangan yang menjadi saksi perjuangan awal kami dalam membangun rumah tangga.
Pada tahun 2010 bulan Mei , terpaksa kami harus mengucapkan selamat tinggal untuk rumah perjuangan kami, dengan pertimbangan yang masuk akal kami merelakan untuk menjualnya. Selamat tinggal “ Our Sweet Home “ , kenangan yang telah terukir tak akan pernah kami lupakan.

Jumat, 21 Mei 2010

Wisata Keluarga " Tour to Jogja ", Bag 6 ( Penutup )


12 Juli 2008 Tanpa terasa karena jadwal yang padat, akhirnya kami harus mengakhiri kegiatan kami di kota ini, namun tetap masih ada yang kurang yaitu oleh-oleh. Setelah kami mengurus administrasi hotel kami semua siap-siap untuk berangkat meninggalkan kota Yogyakarta. Namun tetap kaum wanita meminta kami mampir ke Malioboro karena masih ada yang harus mereka beli. Akhirnya kami semua berjalan beriringan meninggalkan banyak kenangan di kota ini. Sepanjang perjalanan kami masih mendengar anak-anak dengan bersemangat menceritakan apa yang telah mereka dapatkan selama liburan ini. Jalur pulang kami mengambil jalur lain yaitu Jalur Selatan , inipun jalur yang belum pernah kami lewati, tetapi kami tetap menikmati walaupun tenaga kami sudah hampir mencapai titik kelelahan. Didaerah Majenang kami beristirahat di Restoran Pringsewu, disini ada yang unik karena anak-anak dapat berfoto di box yang didesign sedemikian rupa seolah-olah mereka difoto tanpa badan. Akhirnya jam 00.10 kami tiba di pintu Tol Cileunyi, kami semua berhenti sebentar untuk menyegarkan badan kami dan sebagian meminta untuk mampir sebentar di Bandung untuk beristirahat. Setelah melewati tol kami keluar di pintu Pasteur dan menuju Dago untuk beristirahat dan mengisi perut kami. Jam 02.00 kami melanjutkan ke Jakarta tetapi karena kelelahan yang sangat semua driver tidak dapat melanjutkan, diputuskan untuk beristirahat di Rest area pertama yang ada sewaktu memasuki tol Cikampek. Kami beristirahat dari jam 03.00 sampai jam 06.10. Setelah cukup segar kami semua melanjutkan perjalanan , kami semua tiba di Jakarta pada jam 07.30 pagi. Semua rasa lelah kami tidak percuma karena melihat kebahagiaan anak-anak kami.Liburan ini adalah kali pertama kami sebagai keluarga besar melakukan bersama-sama, selanjutnya telah direncanakan untuk melakukan Tour to Sumatra ...... Sampai Jumpa

Wisata Keluarga " Tour to Jogja " Bag 5


11 Juli 2008 Kali ini kita akan mengunjungi situs sejarah, berupa peninggalan sejarah masa lalu yang pernah menjadi bagian dari & keajaiban dunia yaitu Candi Borobudur. Sebenarnya kami ingin mengunjungi candi yang lain yaitu Prambanan tetapi akibat Gempa yang terjadi tahun lalu sehingga pemerintah memugar kembali dan belum selesai pada waktu itu. Di Borobudur anak-anak bisa melihat wujud asli dari bangunan ini yang mungkin selama ini mereka hanya mengetahui dari buku sekolah atau hanya melihat gambar-gambar yang ada. Dari sini kami kembali ke Malioboro untuk membeli beberapa pesanan dan oleh-oleh.
Pada malam hari kami menyempatkan untuk duduk lesehan di alun-alun keraton Yogya, anak-anak dapat menikmati kebebasan mereka untuk berlari dan bermain mainan ketepel panah dengan lampu yang ada diujungnya sehingga sewaktu turun seperti baling-baling terlihat indah karena lampu yang menyala. Orang tua sambil lesehan menikmati jagung bakar dan wedang ronde.

Kamis, 20 Mei 2010

Wisata Keluarga " Tour To Jogja " Bag 4




10 Juli 2008 Setelah obyek wisata anak-anak di hari pertama dan wisata pantai di hari kedua, maka hari ini kami akan wisata ke pegunungan yaitu Gunung yang fenomenal Gunung Merapi yang dapat kami lihat dari daerah Wisata Kali Urang. Karena kami semua buta dengan jalan-jalan di kota ini, kami sempat kesasar beberapa kali sampai akhirnya kami menemui jalan menuju Kaliurang. Sampai disana kami dapat menikmati udara yang segar dan sejuk. Kami menikmati sate kelinci sambil duduk-duduk di taman dan menikmati wedang ronde yang hangat karena air jahenya. Anak-anak semua menyewa teropong dengan harapan dapat meneropong Gunung Merapi, tetapi sayang hari itu kabut mnyelimuti kawasan ini sehingga Merapi tertutup. Dari sini kami melanjutkan ke desa Kali Adem, disinilah mbah Marijan berdiam, kami mengunjungi satu desa yang tertimbun material gunung berapi sewaktu letusan yang dahsyat terjadi. Hanya atap-atap yang tersisa sedangkan lantai sampai badan rumah semua tertimbun. Kami begitu tertegun dengan kekuatan alam yang sangat luarbiasa ini, kami bisa membayangkan bagaimana kekuatan Sang Pencipta.

Wisata Keluarga " Tour To Jogja " Bag 3


9 Juli 2008 Rombongan sudah bersiap-siap untuk memulai perjalanan yang agak jauh ke daerah Gunung Kidul , kali ini kami akan mengunjungi beberapa pantai yang terkenal dengan keindahannya, yaitu Pantai Baron dan Kukup. Setelah melewati jalan yang berliku dan naik turun kami tiba di pantai Baron. Kami semua terkesima dengan ombak yang besar yang menerpa dinding batu yang terjal, memang kawasan ini merupakan bagian dari Samudra Hindia yang terkenal dengan ombak yang besar. Para orang tua mereka tidak bisa menahan selera melihat ikan-ikan segar, cumi dan udang yang dijajakan di pasar pelelangan. Sambil menunggu pesanan ikar bakar, cumi bakar dan udang bakar kami membiarkan anak-anak bermain disekitar pantai. Sewaktu makan tiba kami melihat anak-anak langsung menyerbu hidangan begitu juga dengan orang tua, maklum kami tidak pernak mendapatkan ikan yang segar dan murah seperti ini. Selesai makan anak-anak langsung meminta untuk berenang di teluk yang airnya tidak terlalu asin karena pertemuan antara air laut dan air sungai, dan ombakpun tidak terlalu besar karena cukup jauh dari bibir pantai. Satu saat ombak yang besar datang menerpa mengakibatkan hempasan gelombang masih terasa sampai ke teluk tempat anak-anak bermain dan Daffa sempat terhanyut sehingga kami semua yang menjaga sedikit panik, untung Farrel dan Inang Uda segera mengejar. Setelah puas bermain di Pantai Baron kami melanjutkan ke pantai yang ada disebelah pantai Baron yaitu Pantai Kukup. Pantai ini memiliki khas tersendiri berbeda dengan Baron, namun kami tidak bisa bermain air laut disini karena pantainya penuh karang.

Wisata Keluarga " Tour to Jogja " Bag 2




Selasa 8 Juli 2008 Pagi hari rombongan terakhir sudah tiba, dan kami semua sudah menyiapkan diri setelah sarapan untuk memulai aktifitas pertama kami, yaitu menuju permainan anak-anak yang lokasinya tidak jauh dari penginapan kami + 30 menit kami mencapainya yaitu Kids Fun Park yang terdapat di Jl. Wonosari Km 10, Sitimulyo, Piyungan, Bantul, Yogyakarta. Ketika memasuki area parkir anak-anak agak ragu dengan permainan yang ada, akhirnya kami orang tua memutuskan siapa saja yang akan main dan masuk untuk menemani kegiatan anak-anak. Sewaktu mereka memasuki kawasan permainan mereka baru terlihat ceria melupakan semua kelelahan yang ada, berebut berlari untuk mencoba semua permainan yang ada. Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 14.00 dan kami baru sadar bahwa kami semua belum makan siang, tetapi sulit sekali untuk menarik anak-anak meninggalkan permainan mereka. Dengan berat hati anak-anak akhirnya mengikuti kami untuk mengakhiri kunjungan di Kids Fun Park, kami semua menuju rumah makan Suharti untuk mengisi perut kami yang sudah mulai lapar.

Setelah makan siang atau sore entah mana yang benar karena sudah sangat terlambat, rombongan melanjutkan ke Malioboro untuk melihat-lihat beberapa souvenir yang mungkin bisa kami beli lebih dulu. Sore hari kami semua kembali ke Hotel, dan anak-anak ada yang langsung berenang di kolam Hotel.
Malam hari jam 20.30 kami memulai untuk wisata kuliner, kali ini kami akan mencari Bakmi yang cukup terkenal dan sering dibicarakan oleh teman-teman yang berkunjung ke kota ini, Bakmi Kadin, rupanya tidak terlalu jauh letaknya, tetapi sangat ramai sekali sehingga kami harus menunggu cukup lama, sambil menunggu hidangan yang kami pesan ( hanya ada 2 masakan Bakmi kuah dan goreng ) yang dimasak dengan menggunakan anglo, yang menghasilkan rasa dan wangi masakan yang alami, sambil menanti hidangan kami mendengarkan musik yang dilantunkan oleh sekelompok pemusik , uniknya penyanyi dan pemainnya sudah tua-tua tetapi mereka semangat menghibur semua pengunjung.

Wisata Keluarga " Tour To Jogja " Bag 1



Memenuhi permintaan anak-anak untuk mengisi liburan panjang pada kenaikan kelas, maka disepakati kami akan mengadakan Tour To Yogyakarta. Seperti biasa saya harus menyiapkan segala sesuatu terutama jadwal keberangkatan dan kegiatan selama di kota Yogya. Maka mulailah pencarian dimulai melalui internet obyek wisata yang layak kami kunjungi nanti serta semua informasi yang ada termasuk tiket masuk. Maka setelah semua disiapkan dan jadwal tersusun, termasuk hotel yang akan tempati, kamipun siap untuk memulai perjalanan pertama kami. Ada 4 kendaraan yang akan bergabung, Toyota Kijang Kapsul LGX, Toyota Rush, Grand Livina dan Daihatsu Xenia, total peserta 21 orang termasuk anak-anak.

Senin, 7 Juli 2008 Anak anak sudah masuk pada masa libur kenaikan sekolah, semua anak-anak ceria karena mereka naik ketingkat yang lebih tinggi serta sudah siap mewujudkan Tour bersama keluarga besar untuk mengunjungi Kota Yogyakarta. Pada jam 12.30 kami mulai meninggalkan rumah Setelah berjalan cukup jauh, kami memutuskan untuk beristirahat makan siang di jalan Indramayu tepatnya di daerah Eretan dimana ada sebuah gubuk yang kelihatannya sudah tidak digunakan dan dapat digunakan oleh pengguna jalan untuk beristirahat. Kami menikmati makan siang disini dan tidak lama kendaraan keluarga yang lain sampai sehingga lengkap sudah rombongan kami.
Setelah menikmati makan siang kami semua tidak ingin membuang waktu segera bersiap-siap melanjutkan perjalanan. Ini adalah perjalanan pertama kami sehingga tidak ada yang tahu jalan menuju ke Yogyakarta. Saya berada didepan sebagai pembuka jalan, sepanjang jalan ada perbaikan jalan dan jembatan sehingga kami harus berhati-hati. Sore hari kami melewati kota Brebes yang terkenal dengan produksi telur asinnya, maka rombongan memutuskan untuk berhenti dan membeli teluar asin sebagai bekal dalam perjalanan, namun sayang sewaktu melewati kota Pekalongan kami sudah cukup sore sehingga memutuskan untuk melewatinya, padahal kota ini terkenal dengan Batik yang bagus dan murah. Karena tidak satupun dari kami mengenal jalur Pantai Utara, beberapa kali kami salah memilih jalan sehingga harus beramai-rami kami putar arah atau mendadak membelokan kendaraan mengambil arah yang tepat. Akhirnya jam 00.15 kami semua tiba di Yogyakarta dan langsung menuju Hotel Harmony Inn di Jl. Parangtritis Gg Sartono, kami memesan 5 kamar. Mengingat perjalanan panjang dan melelahkan kami semua langsung beristirahat karena kegiatan esok sudah menanti. Sementara kami menerima telpon bahwa Xenia sudah berjalan setengah perjalanan dan dipastikan akan tiba dini hari bila mereka tidak bermalam dikota yang dilewati.